Strengthening of Pharmacovigilance Activities

06-11-2017 Berita Kegiatan Farmakovigilans Dilihat kali

#

#

Saat ini sampai sekitar empat tahun kedepan, Badan POM bekerjasama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam hal memastikan keamanan obat dan makanan di Indonesia, dimana salah satunya terkait dengan aktivitas Farmakovigilans. Serangkaian kegiatan untuk menunjang project tersebut telah dilakukan. Pada tanggal 23-30 September 2017 yang lalu JICA kembali  memberikan dukungan “Strengthening of Pharmacovigilance Activities”  yang merupakan kelanjutan dari project tersebut, beberapa staf Badan POM dan Balai POM dikirim ke Jepang untuk mempelajari dan melihat langsung sistem farmakovigilans di negara tersebut dan untuk dapat mengambil hal-hal positif yang dapat diterapkan di Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti oleh Direktur Pengawasan Distribusi PT dan PKRT, Kepala Balai Besar POM di Medan, Kepala Balai Besar POM di Padang, Kepala Balai Besar POM di Manado, Kepala Seksi Surveilan PT dan PKRT, serta staf dari Direktorat Pengawasan Distribusi PT dan PKRT dan Staf Direktorat Penilaian Obat dan Produk Biologi.

Agenda kegiatan tersebut dijadwalkan secara komprehensif yaitu kunjungan, pembelajaran dan diskusi ke beberapa tempat antara lain Ministry of Health, Labour and WelfarePharmaceuticals and Medical Device Agency (PMDA), JICA HeadquartersNational Center for Child Health and DevelopmentEisai Japan, dan Towa Pharmaceutical Co., Ltd.. Selain untuk pengembangan farmakovigilans yang efektif bagi Indonesia, tujuan dari kegiatan tersebut adalah pengembangan pedoman Risk Mangement Plan (RMP) yang direncanakan akan difinalisasi pada tahun 2017, dan pengembangan regional center di Balai Besar/Balai POM dalam upaya perkuatan farmakovigilans di seluruh wilayah Indonesia sehingga konsistensi keamanan obat beredar dan keselamatan pasien (patient safety) dapat tercapai.

Salah satu poin penting yang dapat diimplementasikan  dari kegiatan tersebut adalah pemberdayaan dan awareness semua pihak perlu dilakukan agar pengawasan farmakovigilans, antara lain dengan adanya pengenalan farmakovigilans sejak dimulai dari pendidikan di universitas dan dukungan dari asosiasi profesi dan industri farmasi sangat diperlukan dalam upaya penerapan farmakovigilans di Indonesia. (sc).

E-BPOM
SIAPIK
Sarana