Mengawali rangkaian workshop program farmakovigilans, pada Jumat 21 Maret 2014, Direktorat Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan PKRT bekerjasama dengan RSUD Dr. H. Soewondo, Kendal melaksanakan workshop tersebut. Workshop program farmakovigilans ini merupakan salah satu upaya Badan POM dalam peningkatan awareness dan partisipasi tenaga kesehatan dalam aktivitas Monitoring Efek Samping Obat (MESO).
dr.Sri Mulyani, SpA, M.Kes selaku Direktur Utama RSUD Dr. H. Soewondo, Kendal membuka secara resmi kegiatan workshop program farmakovigilans kepada tenaga kesehatan dengan menyampaikan sekilas tentang aktivitas monitoring efek samping obat di RSUD Dr. H. Soewondo, Kendal dimana saat ini masih mengalami beberapa kendala salah satu diantaranya minimnya SDM. Selain itu, Beliau menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk memanfaatkan waktu dan ilmu yang akan disampaikan pada workshop kali ini dan dapat dipraktekkan di Rumah Sakit.
Pada kesempatan ini, dr. Jarir At Thobari, PhD dari Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta selaku narasumber juga menyampaikan tentang pentingnya peran farmakovigilans untuk menjamin keamanan pasien dalam penggunaan obat. dr. Jarir meminta komitmen dari seluruh peserta yang hadir pada workhop untuk mengajak seluruh tenaga kesehatan, terutama dokter untuk melaksanakan farmakovigilans karena dokter adalah ujung tombak dari kesuksesan farmakovigilans itu sendiri.
Workshop diakhiri dengan materi dari Ibu Siti Asfijah Abdoellah, SSi, Apt, MMedSc, selaku Kepala Subdit Surveilan dan Analisis Risiko PT dan PKRT dengan harapan bahwa seluruh tenaga kesehatan di RSUD DR. H. Soewondo Kendal dapat berperan lebih aktif dalam pemantauan dan pelaporan efek samping obat. Pada kesempatan kali ini Ibu Asfijah memperkenalkan subsite pelaporan Efek Samping Obat secara elektronik (e-meso.pom.go.id) sebagai salah satu upaya terobosan dari Badan POM untuk mempermudah tenaga kesehatan dalam melakukan pelaporan ESO.(zlf)